Pada Selasa (3/8) Warta Kota kedatangan tamu istimewa, seorang juara dunia. Namanya Hiroya Morizaki yang menjadi juara dunia BMX Flatland World Circuit tahun 2007. Julukannya saja The King, seperti julukannya Elvis Presley dan Michael Jackson.
Hiro—begitu Hiroya biasa dipanggil oleh teman-temannya—adalah “raja” untuk olah raga BMX Flatland. Olahraga ini adalah cabang dari olahraga sepeda BMX freestyle. Disebut flatland karena arena bermainnya adalah lahan berpermukaan rata, tidak ada undak-undakan dan lompat-lompatan. Karena itu atraksi para rider BMX cabang ini adalah “menari” dengan sepedanya.
Hari ini Hiro datang ke Warta Kota bersama seniornya, York Uno, juga seorang rider BMX Flatland. Julukan York, yang sebenarnya diberi nama Yousuke Uno olah orangtuanya, adalah The Pioneer, karena dia lah yang meletakan fondasi BMX flatland di Jepang. Karena itu tidak mengherankan sekali jika York ini dipuja-puja di Jepang. Hiroya saja adalah "anak buah" York, yang juga langganan juara di berbagai kompetisi.
Nah, ada urusan apa sih para jawara ini datang ke Warta Kota? Ternyata, meskipun sudah atlet kelas dunia, York dan Hiro sangat peduli dengan kegiatan bersepeda. Begitu mendengar di Indonesia bersepeda sedang naik daun, dan pertumbuhannya sangat pesat, mereka ingin kegiatan itu tidak sekadar menjadi trend tapi menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Singkat kata, York dan Hiro ingin mengkampanyekan hidup bersepeda.
Maksud dua rider professional ini ditangkap oleh Asosiasi BMX Indonesia. Ketuanya, Danil Gunawan, mengatakan, Asosiasi BMX bercita-cita “menyepedakan” masyarakat. Tidak harus menjadi BMX rider, tapi menjadi pencinta bersepeda yang sesungguhnya.
“Dan kami ingin menunjukkan bahwa dengan bersepeda seseorang juga bisa hidup layak, contohnya York dan Hiro ini. Cuma memang ada proses yang harus dilalui,” kata Danil.
Saat ini, kata Danil, sedang disusun program kerja sama Asosiasi BMX dengan para rider Jepang ini ke seluruh Indonesia. Mereka akan memotivasi para remaja untuk aktif bersepeda, sehingga lebih mudah untuk terjun ke ajang kompetisi, seperti kompetisi di BMX, balap sepeda jalanan seperti yang dilakoni Lance Armstrong, atau kompetisi down hill, dan mountain bike.
Saat ini Asosiasi BMX sudah bekerja sama dengan Malaysia, khususnya Kesultanan Kedah berupa “pertukaran" rider. Dua rider Malaysia, Matsumas dan Hidayat sedang nyantrik di Indonesia. Kerja sama ini juga dengan latar belakang keinginan menyepedakan masyarakat dua negara untuk mengurangi dampak pemanasan global.
Tentu muncul pertanyaan, mengapa Asosiasi BMX mengincar berkampanye ke sekolah-sekolah, bahkan mulai dari sekolah dasar (SD)? “Soalnya sepeda jenis BMX merupakan merupakan entry level seseorang mengenal sepeda. Lihat aja sepeda anak-anak SD, modelnya kebanyakan BMX, jarang yang MTB,” kata Danil.
Selain itu, katanya, membina atlet lebih mudah dilakukan sejak calon atlet berada di usia SD. “Pola pikir dan reaksi tubuh bisa menyatu dengan sepeda saat mereka masuk usia matang. Makanya bersepeda ke sekolah itu sebenarnya salah satu cara membuat tubuh bersatu dengan sepeda,” kata Danil lagi.
Wah, jika program itu bisa berjalan dengan baik, tidak mustahil dalam beberapa tahun ada juara dunia yang berasal dari Indonesia ya. Kalau begitu, mari bersepeda ke sekolah adik-adik!( WARTA KOTA - Juara Dunia Kampanye Sepeda ke Indonesia )

Nice info..
BalasHapusBelajar sesuatu yang baru dan menghasilkan uang! Saya baru saja menutup perdagangan dengan 168.00 pips keuntungan dan memperoleh uang ekstra di AGEA (www.agea.com)!